Cah'P3rl1

Lukulo Indah

HERCULES JATUH DI MAGETAN

Posted by kenrisugi pada 28 Mei 2009

Surabaya, 20/5/2009 (Kominfo-Newsroom) – Pesawat Hercules milik TNI AU yang jatuh di desa Geplak, kecamatan Karas, kabupaten Magetan, Rabu (20/5) pukul 06.00 WIB, dan menyebabkan satu orang warga setempat tewas, dilaporkan mengangkut 112 orang. “Pesawat yang dikemudikan Pangkosek, Marsekal Pertama Harsono, dari angkatan 1983 itu berpenumpang 98 orang dan 14 kru,” kata Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suwarno, S.IP., M.Sc. Di sela-sela upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-101 di gedung Negara Grahadi, Surabaya, Pangdam Brawijaya yang mengaku akan segera berangkat ke lokasi kejadian di Magetan itu menegaskan, bahwa kejadian itu membuat empat rumah warga rusak berat. “Saya baru dapat memastikan satu tewas dan 10 orang selamat, sedangkan yang lain masih dicek,” katanya. Informasi dari warga setempat menyebutkan korban tewas sudah mencapai puluhan orang. Menurut Pangdam Brawijaya, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah untuk melakukan pengamanan lokasi dan evakuasi korban ke rumah sakit terdekat. “Saya juga sudah meminta Panglima Divisi-2 Kostrad di Singosari, Kabupaten Malang untuk mengerahkan Batalion 501 dan Batalion Armed 12 yang berkedudukan di Madiun untuk memberikan pertolongan, termasuk menyiapkan rumah sakit terdekat,” katanya. Ia mengatakan pesawat Hercules milik TNI AU itu merupakan terbang rutin dari bandara internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta dengan tujuan akhir di Biak, Jayapura. “Itu penerbangan biasa yang rutin dilakukan TNI AU dari Jakarta ke Biak dengan beberapa etape, misalnya turun di Madiun, Makassar, atau di mana saja yang diperlukan,” katanya. Ditanya penyebab kejadian, ia mengatakan hal itu belum diketahui. “Informasi awal yang saya terima, pesawat itu belum sempat mendarat,” katanya. Meski jumlah korban belum diketahui, menurut dr. Dodo Anondo. Direktur RS Sadono, Madiun, ke rumah sakit itu telah masuk sembilan korban kecelakaan pesawat terdiri dari tujuh dewasa dan dua balita. Ke-sembilan korban itu dirujuk dari RS Lanud Iswahyudi. Pesawat jatuh di persawahan, terbelah dua dan terbakar setelah sebelumnya menabrak beberapa rumah penduduk. Lokasi jatuhnya pesawat hanya beberapa meter dari pemukiman warga. Sementara itu Wahyu dari Unit Gawat Darurat RS Lanud Iswahyudi menjelaskan, 19 orang masuk ke UGD dengan kondisi trauma kepala berat, patah tulang terbuka dan kesadaran menurun

Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »

Soal Prediksi Ujian Nasional (UN) 2009

Posted by kenrisugi pada 24 Maret 2009

Ujian Nasional (UN) 2009 baik untuk sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah maupun UN untuk sekolah menengah atas dan Madrasah Aliyah sebentar lagi akan dilaksanakan. Biasanya, hampir semua sekolah melakukan drill soal-soal ujian kepada siswanya. Satu hal yang mungkin sangat naif menurut hati saya. CUma memang barangkali baru itu yang bisa diperbuat sekolah berkaitan dengan kebijakan UN tersebut. Sekolah dituntut untuk tampil baik dengan meluluskan semua siswanya. Kelulusan siswa menjadi tolok ukur prestasi sekolah. Namun apakah ini benar? menurut saya ini tidaklah sepenuhnya benar. Alasannya apa kang? Di satu sisi, memang benar bahwa dengan baiknya pola pembelajaran yang dilakukan sekolah, maka secara sunnatullah siswa yang semula tidak tahu akan menjadi ‘tahu’, sehingga bisa mengerjakan soal dengan baik. Itu jika sekolah memang benar-benar berfungsi sebagai sekolah, bukan tempat penggorengan kacang-kacang masa depan yang menjadi gosong hanya agar bisa dinikmati sesegera. Namun dibalik itu semua, bahwa lulus dan tidak lulus dalam sebuah ujian adalah sebuah hal yang normal. Secara sunnatullah pula, bahwa tidak lulus ujian adalah hal yang lumrah bagi mereka yang memang secara ilmu tidak mampu. Jadi bagi mereka yang sebenarnya tidak mampu ya jangan dipaksa-paksa untuk lulus dengan cepat. Jangan-jangan nanti malah menjadi gosong dan tidak berguna lagi. Dalam statistikpun dikenal kurva normal dalam memandang sesuatu yang ideal. Jadi kalau ada yang tidak lulus adalah suatu kewajaran, jadi bukan suatu aib bagi sekolah.

JIka semua pihak sudah menyadari demikian, maka tindakan yang tidak terpuji dengan memanipulasi hasil UN tentu bukanlah suatu yang perlu dilakukan. Apalagi bagi sekolah-sekolah yang mengusung trendmark ‘Islam’ semacam Madrasah Tsanawiyah atau Madrasah Aliyah. Banyak dari pimpinan sekolah yang ingin semua siswanya lulus ujian dengan berbagai cara. Dan seperti saya utarakan di atas, sudah jamak jika semua siswanya lulus UN, maka Kepala Sekolah disebut berhasil. Padahal mereka melakukan kecurangan. Masyaallah.

Ujian Nasional tingkat SMA/MA mulai tahun ini agak berbeda dengan tahun lalu. Karena pengelolaannya diserahkan ke Perguruan Tinggi. Di Jawa Teng ah atas rekomendasi Majlis Rektor Indonesia, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menunjuk Unnes sebagai penyelenggara UN Tahun 2009 tingkat Jawa Tengah bersama dengan Gubernur Jawa Tengah. Dengan adanya peran PT di sini, maka kebocoran soal yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi setiap peserta akan bisa dihilangkan. Mengapa? karena track record perguruan tinggi dalam menyelenggarakan ujian masuk bersama tingkat nasional belum sekalipun yang bocor.

Sebagai bahan pertimbangan, khusus bagi peserta UN 2009, maka perlu kiranya membaca Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 77 Tahun 2008 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) Tahun Pelajaran 2008/2009 , Permendiknas Nomor 78 Tahun 2008 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/MTS/SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2008/2009 , dan Permendiknas No. 82 tahun 2008 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2008/2009. Dari Permendiknas ini baik guru dan peserta UN 2009 bisa memprediksikan soal-soal yang akan diujikan pada UN 2009 nantinya. Karena dalam Permendiknas tersebut sudah diberikan kisi-kisi soal UN 2009.

Silahkan bagi yang berminat bisa download file Permendiknas di halaman ini.

* Permendiknas No. 77 Tahun 2008 untuk UN SMA/MA (pdf) atau di situs depdiknas

* Permendiknas No. 78 Tahun 2008 untuk UN SMP/MTs (pdf) atau di situs depdiknas

* Permendiknas No. 82 Tahun 2008 untuk USBN SD/MI (pdf) atau di situs depdiknas

KeUNNESan, Umum

BSNP, Kisi-kiis soal UN 2009, prediksi soal UN 2009, UN 2009, UN SMA/MA 2009, unnes, USBN 2009

Ditulis dalam Lain - lain | Tinggalkan sebuah Komentar »

Setting Mikrotik sebagai Server Gateway

Posted by kenrisugi pada 11 Maret 2009

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Langkah-langkah dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan sederhana sebagai gateway server.
1. Langkah pertama adalah install Mikrotik Router OS pada PC.
2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console : MikroTik v2.9.7

Login: admin
Password:

Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah “admin” dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.
3. Untuk keamanan ganti password default

[admin@Mikrotik] > password
old password: (langsung enter)
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]] >

demi keamanan disable user admin kemudian gantilah dengan user lain, dalam kasus kali ini kita ganti dengan user “router”
[admin@Mikrotik] > user print
0   ;;; system default user
admin                                             full  0.0.0.0/0

[admin@Mikrotik] > user > add name=”router” group=full
[admin@Mikrotik] > user > print
#   NAME                                              GROUP ADDRESS
0   ;;; system default user
admin                                      full  0.0.0.0/0
1     router                                       full  0.0.0.0/0

login kembali dengan user “router” dan kemudian disable user “admin”
[router@mikrotik] user> disable admin
[router@mikrotik] user> print
Flags: X – disabled
#   NAME                                              GROUP ADDRESS
0 X ;;; system default user
admin                                               full  0.0.0.0/0

1   router                                               full  0.0.0.0/0
tanda “X” disable

4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “billing”

[router@Mikrotik] > system identity set name=billing
[router@billing] >

5. Melihat interface pada Mikrotik Router

[router@billing] > interface print
Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[router@billing] >

6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.2 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 172.16.0.1

[router@billing] > ip address add address=192.168.0.2 netmask=255.255.255.0 interface=ether1
[router@billing] > ip address add address=172.16.0.1 netmask=255.255.255.0 interface=ether2

7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan

[router@billing] >ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
# ADDRESS   NETWORK  BROADCAST  INTERFACE
0 192.168.0.2/24 192.168.0.0  192.168.0.255  ether1
1 172.16.0.1/24  172.16.0.0  172.16.0.255  ether2
[router@billing] >

8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.0.1

[router@billing] > /ip route add gateway=192.168.0.1

9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers

[router@billing] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf
#  DST-ADDRESS  PREFSRC  G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC  172.16.0.0/24  172.16.0.1     ether2
1 ADC  192.168.0.0/24  192.168.0.2     ether1
2 A S  0.0.0.0/0    r 192.168.0.1   ether1
[router@billing] >

10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar

[router@billing] > ping 192.168.0.1
192.168.0.1 64 byte ping: ttl=64 time

11. Setup DNS pada Mikrotik Routers

[router@billing] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10 allow-remoterequests=no
[router@billing] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 allow-remoterequests=no

12. Melihat konfigurasi DNS

[router@billing] > ip dns print
primary-dns: 192.168.0.10
secondary-dns: 192.168.0.11
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[router@billing] >

13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain

[router@billing] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[router@billing] >

Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.
14. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar
client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.

[router@billing] > ip firewall nat add action=masquerade out-interface=ether1 chain: srcnat
[router@billing] >

15. Melihat konfigurasi Masquerading

[router@billing] ip firewall nat print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[router@billing] >

Setelah langkah ini lakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Jika berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBoxyang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita. Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 kemudian download winbox nya. selamat mencoba.

Ditulis dalam Networking | Tinggalkan sebuah Komentar »

Merawat Baterai Laptop Biar Lebih Awet

Posted by kenrisugi pada 13 Januari 2009

Notebook kini kerap menjadi piranti pilihan banyak orang untuk membantu berbagai aktifitas sehari-hari. Meskipun demikian, ternyata tak semua pemilik ataupun pengguna notebook tahu bagaimana memperlakukan notebook dan baterainya dengan baik dan benar.
Komisi Keamanan Produk Konsumer Amerika telah mencatat setidaknya tak kurang dari 47 kasus notebook yang berasap atau terbakar, sejak Januari 2001 hingga Agustus 2006.
Berikut tips untuk merawat baterai laptop supaya lebih awet:
- Jangan gunakan baterai dan charger notebook yang tidak kompatibel. Jika tidak yakin dengan kompatibilitas baterai pengganti ataupun charger yang digunakan, hubungi bagian layanan dari produsen notebook terkait.
- Baterai notebook dapat menjadi panas dalam pemakaian normal sekalipun. Jangan gunakan notebook sambil diletakkan di pangkuan Anda.
- Ketika menggunakan notebook, hindari meletakkan notebook pada permukaan yang lunak / lembut, semisal pada sofa, tempat tidur atau karpet. Sebab permukaan seperti itu akan menghambat aliran udara di bagian bawah notebook dan dapat menimbulkan overheating.
- Cegah terjadinya kontak pada dudukan baterai yang longgar dengan berbagai jenis obyek terbuat dari metal, seperti penjepit kertas, koin tipis, dan sebagainya.
- Baterai notebook, termasuk notebook itu sendiri tentunya, jangan sampai terjadi tekanan yang berlebihan yang diakibatkan karena terjatuh, terbentur, terhimpit ataupun tertumpuk oleh benda berat di atasnya. Hal tersebut akan mengakibatkan sirkuit di dalam baterai menjadi rentan terjadi hubungan arus pendek (korslet) yang kemudian mengakibatkan overheating.
- Jangan letakkan notebook di aera yang dapat menjadi sangat panas, semisal di bawah terik matahari ataupun di dalam mobil yang diparkir cukup lama di tempat terbuka saat siang hari.
- Menjadi basah atau terkena air, adalah hal yang harus dihindari dari notebook ataupun baterainya. Meskipun nantinya akan mengering dan dapat berfungsi normal, sirkuit di dalam notebook ataupun baterai secara perlahan akan berkarat dan membuat rentan keselamatan penggunanya.
- Pastikan Anda memahami cara menggunakan, menyimpan dan men-charge baterai dan notebook yang telah tertulis di dalam buku manual.

Ditulis dalam Artikel | Tinggalkan sebuah Komentar »

Ipod Trouble

Posted by kenrisugi pada 13 Januari 2009

aQ punya masalah tentang ipod, product appel. ipod itu kalau konek dengan komputer data,a terlihat, tapi kalau aQ lihat di ipod,a tidak ada file,a. yG aQ heran kenapa bisa begitu, apa masalah,a. aQ nyari software,a belum ketemu, nyari tool,a sama saja.

Ditulis dalam Lain - lain | Tinggalkan sebuah Komentar »

Mematikan Autorun untuk mencegah masuknya virus pada Windows XP

Posted by kenrisugi pada 13 Januari 2009

Windows XP sangat rentan terjangkit virus. Sering kali terjadi, menularnya virus adalah melalui media penyimpanan USB Disk (flashdisk). Tanpa disadari, usai USB Disk ditancapkan, virus tersebut beraksi menjangkiti sistem operasi. Padahal, kita belum menyentuh satu berkas-pun yang tersimpan dalam USB Disk.

Perilaku bawaan Windows XP, setiap kali kita menancapkan USB Disk maupun memasukan CD-ROM, secara otomatis Windows XP melakukan proses memindai berkas autorun.inf untuk menjalankan sebuah aplikasi. Hal ini sering dimanfaatkan pembuat virus untuk menularkannya ke tiap komputer.

 Salah satu cara untuk mecegah (meminimalisir) menularnya virus pada Windows XP adalah dengan mematikan fitur Autorun (autoplay). Selain itu, menghemat waktu, Windows XP tidak perlu melakukan pemindaian pada USB Disk yang kita colokkan.

 Untuk mematikan Autorun tersebut, salah satu jalan yang paling mudah adalah menggunakan aplikasi TweakUI, merupakan salah satu aplikasi dalam paket Microsoft PowerToys for Windows XP. Aplikasi ini berfungsi memodifikasi registry windows, jadi tinggal memilih penyetelan yang kita inginkan.

 Terdapat dua versi, TweakUI versi 2.10 untuk Windows XP dengan Service Pack 1 dan yang terbaru. Sedangkan, TweakUI versi 2.00 untuk versi awal Windows XP tanpa service pack.

 Cara mematikan fitur Autorun, bukalah TweakUI selanjutnya pilih menu My Computer > AutoPlay > Drive, non-aktifkan dengan cara menghilangkan tanda centang pada pilihan semua drive dari A hingga Z.

Berikutnya, menuju menu My Computer > Autoplay > Types, non-aktifkan Enable AutoPlay for removable drive serta mematikan Enable Autoplay for CD and DVD drive.

Tutorial ini merupakan salah satu cara untuk mencegah penularan virus, masih ada jalan lain penularan virus komputer. Tergantung masing-masing perilaku pengguna komputer, mewaspadai berkas-berkas yang dirasa aneh, memindai USB Disk yang dicolokkan dengan antivirus, serta pastikan selalu memperbarui database antivirus yang digunakan.

Ditulis dalam Artikel | Tinggalkan sebuah Komentar »

Setting wireles di debian

Posted by kenrisugi pada 30 Desember 2008

I thought that it would be automatic and all, but it wasn’t. The most frustrating thing was trying to find any official documentation (howtos, faqs, etc.). Most of the existing pages haven’t been updated since 2003, but the biggest problem is the number of drivers and packages developed over the years (linux-wlan, linux wireless extensions, ndiswrapper), that hindered IMO the development of good high-level configuration packages that configure, enable, and most importantly, troubleshoot the connection.
After a LOT of trial and error, and using this very helpful Ubuntu Forums post, I found the following settings in /etc/network/interfaces allow me to connect the 3com 3crusb10075 usb wifi dongle (with the zd1121 chipset) to a Linksys AP using WPA2 with the kernel drivers provided. It wasn’t at all obvious that I had to tell wpa-supplicant to enable both WPA and WPA2, as the forum posting called it, but then again it probably appears somewhere in one of the 67(!) pages of replies to that post.
My /etc/network/interfaces:

auto eth3
iface eth3 inet dhcp
wpa-ssid [essid]
wpa-ap-scan 1
wpa-proto WPA RSN
wpa-pairwise TKIP CCMP
wpa-group TKIP CCMP
wpa-key-mgmt WPA-PSK
wpa-psk [secret hex thing generated using wpa_passphrase]
Packages I used: wpasupplicant (0.6.0-1), zd1211-firmware (2.16.0.0-0.1), linux-image-2.6.21-2-k7 (2.6.21-5)

Ditulis dalam Networking | Tinggalkan sebuah Komentar »

An introduction to Debian networking setup

Posted by kenrisugi pada 30 Desember 2008

Under Debian networking is pretty comparable to other distributions of GNU/Linux, especially in areas such as DNS setup. However if you’re new to the distribution you might not know where things are set. This brief introduction to networking will show you how it works.
Most likely there are only four things you will care about:
• Setting up your hostname
• Setting up DNS.
• Setting up your IP address.
• Setting your default gateway.
Setting your hostname
Setting up your hostname upon a Debian installation is very straightforward. You can directly query, or set, the hostname with the hostname command.
As an user you can see your current hostname with:
skx@lappy:~$ /bin/hostname
lappy
To set the hostname directly you can become root and run:
/bin/hostname newname
When your system boots it will automatically read the hostname from the file /etc/hostname – so if you wish to make a permanent change then you should edit that file, and your change will then be made at bootup time automatically.
Setting up DNS
When it comes to DNS setup Debian doesn’t differ from other distributions. You can add hostname and IP addresses to the file /etc/hosts for static lokups.
To cause your machine to consult with a particular server for name lookups you simply add their addresses to /etc/resolv.conf.
For example a machine which should perform lookups from the DNS server at IP address 192.168.1.1 would have a resolv.conf file looking like this:
search my.flat
nameserver 192.168.1.1
(Here the search my.flat causes lookups of hostnames to have my.flat appended to them. So lappy would be looked up as lappy.my.flat)
Setting up your IP address.
The IP addresses associated with any network cards you might have are read from the file /etc/network/interfaces. This file has documentation you can read with:
man interfaces
A sample entry for a machine with a static address would look something like this:
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback

# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.90
gateway 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.1.255
Here we’ve setup the IP addresss (192.168.1.90), the default gateway (192.168.1.1), and the netmask.
For a machine running DHCP the setup would look much simpler:
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback

# The primary network interface – use DHCP to find our address
auto eth0
iface eth0 inet dhcp
(If you’re using a DHCP based setup you must have a DHCP client package installed – usually one of pump or dhcp-client.)
If you make changes to this file you can cause them to take effect by running:
/etc/init.d/networking restart
Setting your default gateway.
If you read the previous section then you’ll see that the default route for a host with a static IP address can be set in /etc/network/interfaces.
If you wish to view your current default route/gateway then you can run:
lappy:~# netstat -nr
Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags MSS Window irtt Iface
192.168.1.0 0.0.0.0 255.255.255.0 U 0 0 0 eth0
0.0.0.0 192.168.1.1 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0
Alternatively you can use the route command:
lappy:~# /sbin/route
Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
192.168.1.0 * 255.255.255.0 U 0 0 0 eth0
default router 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0
(Here the see the hostname router instead of the IP address 192.168.1.1 – to avoid that run “/sbin/route -n”).
To change your default route you must first remove the current one:
/sbin/route del default gw 192.168.1.1
Once this has done you’ll have no gateway and be unable to talk to non-local hosts.
Add the new route with :
/sbin/route add default gw 192.168.1.100

Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda: , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.